MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN (TENTANG PENDEKATAN-PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI)
MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN
TENTANG
PENDEKATAN-PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN
PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI
Disusun
Oleh
Kelompok III:
Rina Febriani Eka Putri 1411060379
Seftia Bella 1411060388
Siti Irmayanti 1411060393
Sri Rizkiani 1411060398
Umi Fitriani 1411060409
LABORATORIUM BIOLOGI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA SLAM NEGERI RADEN
INTAN LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul”pendekatan-pendekatan
pembelajaran dan pendekatan pemrosesan informasi”
Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas mata kuliah psikologi pendidikan yang dibimbing oleh ibu
Tak lupa kami ucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penyusunan
makalah,baik bantuan material,maupun bantuan berupa dorongan semangat sehinga
kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat waktu.
Akhir kata,tiada gading yang tak
retak, demikian pula adanya dalam penyusunan makalah ini, kami merasa masih
banyak kekurangan.oleh karna itu kami minta kritik dan saran yang bersifat
membangun sehingga nantinya dapat menjadi pembelajaran bagi kami untuk menjadi
lebih baik lagi. Mudah-mudaha makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Amin
Bandar
lampung,10 November 2015
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Belajar
merupakan sebuah proses untuk melakukan perubahan perilaku seseorang yang
berupa aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dalam melanjutkan kehidupan
yang lebih baik lagi. Tiga aspek tersebut merupakan tujuan pendidikan pada
umumnya. Dalam mencapai tujuan tersebut kurikulum telah merancang proses
pembelajaran yang efektif dan efisien, salah satunya adalah penentuan model
pembelajaran sesuai dengan karakteristik atau gaya belajar peserta didik.
Model
pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk
membentuk kurikulum, merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing
pembelajaran di kelas atau yang lain (Joyce & Weil) dalamRusman (2014:
133). Dalam makalah ini akan membahas tentang pendekatan-pendekatan
pembelajaran serta pendekatan pemrosesan informasi.
Untuk lebih
memahami tentang materi tersebut maka kami akan membahasnya dalam makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian
Pembelajaran
Pembelajaran
(learning) dapat didefinisikan sebagai pengaruh permanen atas perilaku,
pengetahuan, dan keterampilan berfikir yang diperoleh melalui pengalaman. Tidak
semua yang kita tahu itu diperoleh melalui belajar.pembelajaran melibatkan
prilaku akademik dan non-akademik. Pembelajaran disekolah dan di mana saja di
seputar anak.
Pendekatan
untuk pembelajaran
Telah
ada pandangan tentang pendekatan untuk pembelajaran, diantaranya pendekatan
kognitif dan behavioral.
1. Kognitif, psikologi cenderung
kepandangan kognitif selama dekade abad ke-20 dan penekanan kognitif ini terus berlanjut sampai sekarang.
2. Behavioral, adalah pandangan yang
menyatakan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang harus
dijelaskan pengalaman yang diamati, bukan dengan peroses mental.
Proses mental didefinisikan
sebagai pikiran,perasaan,dan motif yang kita alami namun tidak bisa dilihat
oleh orang lain.
Psikologi
semakin cendrung kepandangan kognitif selama dekade terakhir abad ke-20 dan
penekanan kognitif in terus berlanjut sampai sekarang.
ke
podium untuk bicara). Semua isyarat yang menimbulak kecemasan akan menghasilkan
relaksasi(CR).
Mengevaluasi
pengkondisian klasik. Pengkondisian klasik ini membantu kita memahami beberapa
aspek pembelajaran yang lebih baik. Cara ini membantu menjelaskan bagaimana
stimuli netral menjadi diasosiasikan dengan respons yang tak dipelajari.
Pengkondisian
operan(instrumental) adalah bentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi
dari prilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan diulangi.
Penkondisian
operan skinner. Pengondisian operan dimana konsekuensi perilaku akan
menyebabkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan terjadi,merupakan
inti dari hebaviorisme skinner(1938). Penguatan dan hukuman. Penguatan(imbalan)
adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu prilaku akan
terjadi,sebaliknya hukuman adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas.
1.Pendekatan
behavioral untuk pembelajaran
Pendekatan behavioral menekankan
arti penting dari bagaimana anak membuat hubungan antara pengalaman dan prilaku
,pendekatan behavioris pertama yang akan kita bahas adalah pengkondisisian
klasik.
Pengkondisisian
klasik adalah tipe pembelajaran dimana suatu organisme belajar untuk mengaitkan
atau mengasosiasikan stimuli. Dalam pengkondisian klasik,stimulus
netral(seperti melihat seseorang),diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna
(seperti makanan) dan menimbulkan kapasitas untuk mengeluarkan respon yang
sama. Pengkondisian klasik dapat berupa pengalaman negatif dan positif dalam
diri anak dikelas. Diantara hal-hal disekolah anak yang menghasilkan kesenangan
karna telah dikondisikan secara klasik adalah lagu favorit, perasaan bahwa
kelas adalah tempat yang aman dan menyenangkan,kehangatan dan perhatian guru.
Segala sesuatu yang di asosiasikan dengan guru,seperti latihan soal dikelas dan
pekerjaan rumah, mungkin memicu stres anak dan karnanya menimbulkan bisul atau
respon fisiologis lainnya.
Desensitisasi
Sistematis adalah sebuah metode yang didasarkan pada pengkondisian klasik yang
dimaksudkan untuk mengurangi kecemasan dengan cara membuat individu
mengasosiasikan relaksasi dengan visualisasi situasi yang menimbulkan
kecemasan.
Desensitisasi
melibatkan sebuah tipe counterconditioning. Perasaan rileks yang dibayangkan
murid(US) menghasilkan relaksasi(UR). Murid kemudian mengasosiasikan isyarat
yang menimbulkan kecemasan(CS) dengan perasaan relaksasi. Relaksasi tersebut
bertentangan dengan kecemasan. Dengan memasang isyarat penghasil kecemasan
dengan relaksasi dan secara bertahap menyusun hierarki(hari dua minggu sebelum
bicara sampai berjalan ke podium untuk berbicara)semua isyarat yang menimbulkan
kecemasan akan menghasilkan relaksasi
(CR).Mengevaluasi pengkondisian klasik. Pengkondisian klasik membantu kita
memahami beberapa aspek pembelajaran dengan baik.cara ini membantu menjelaskan
bagaimana stimuli netral menjadi diasosiasikan dengan respons yang tak
dipelajari dan sukarela.
Pengkondisian
operan adalah bentuk pembelajaran dimana kensekuensi-konsekuensi dari perilaku
menghasilkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan diulangi.Hukum efek
menyatakan bahwa prilaku yang diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan
bahwa perilaku yang diikuti hasil negatif akan diperlemah. Pengkondisian operan skinner. Pengkondisian operan dimana
konsekuensi perilaku itu akan terjadi,merupakan inti dari bahaviorisme
skinner(1938).
Generalisasi,
diskriminasi dan pelenyapan. Dalam bahasa pengkondisian klasik ,kita telah
mendiskusikan generalisasi, diskriminasi, dan pelenyapan. Proses ini juga
merupakan dimensi penting dari pengkondisian operan. Generalisasi adalah
tendensi dari suatu stimulus yang sama dengan condetioned stimulus untuk
menghasilkan respons yang sama terhadap stimulus yang sama. Misalnya ,jika
pujian guru yang membuat murid belajar lebih keras dikelas, apakah pujian
serupa akan juga membuat murid bekerja lebih keras untuk tugas diluar kelas
seperti pekerjaan rumah? Diskriminasi adalah pengkondisian operan.
Misalnya:seorang murid tau bahwa laci dimeja guru yang bertuliskan “matematika”
adalah tempat guru menyimpan tugas matematika hari ini ,sedangkan yang bertulis
“inggris”adalah tempat guru menyimpan tugas bahasa inggris hari ini. Hal ini
mungkin kedengarannya sederhana tapi ini adalah penting karna murid-murid
dipengaruhi dengan stimuli diskriminatif seperti itu.
B.Analisisprilaku
terapan dalam pendidikan
Banyak
aplikasi pengkondisian operan telah dilakukan diluar riset laboratorium, antara
lain kelas,rumah,setting bisnis,rumah sakit, dan tempat lain didunia nyata.
Analisis perilaku terapan adalah penerapan prinsip pengkondisisn operan untuk
mengubah prilaku manusia. Ada tiga penggunaan analisis prilaku yang penting
dalam bidang pendidikan :meningkantkan prilaku yang diinginkan ,menggunakan
dorongan dan pembentukan dan mengurangi prilaku yang tidak diharapkan .
Meningkatkan
perilaku yang diharapkan
Lima
strategi pengkondisisn operan dapat dilakukan untuk meningkatkan prilaku anak
yang diharapkan.penguat sebagai penyemangat murid adalah guru. Penguat yang
paling sering dipakai guru adalah aktivitas. Aktivitas berprobabilitas tinggi
dapat berfungsi penguat aktivitas berprobabilitas rendah. Prinsip premack akan
bekerja ketika guru murid SD berkata kepada muridnya, “Jika kamu selesai
mengerjakan tugas menulis, kamu bisa maen game dikomputer”.
Menjadi
peguat kontingen dan tepat waktu
Agar
sebuah penguat dapat efektif, guru harus memberiika,mkan hanya setelah murid
melakukan perilaku tertentu. Misalnya, “Hadi, apabila kamu bisa menyelesaikan
soal matematika, maka kamu boleh bermain.
Memilih
jadwal penguatan terbaik
Anak
diperkuat setiap kali dia memberi respons.Penggunaan parsial adalah memperkuat suatu
respons hanya pada waktu tertentu.lah
Menggunakan
perjanjian
Perjanjian
adalah menempatkan kontingensi penguatan dalam tulisan. Jika muncul problem dan
anak tidak bertindak sesuai harapan, guru dapat merujuk anak pada perjanjiann
yang mereka sepakati.
Menggunakan
penguatan negatif secara efektif
Perlu
diingat bahwa dalama penguatan negatif, frekuensi respons meningkat
karenarespons tersebut menghilangkan stimulus yang dihindari( tidak
menyenangkan). Misalnya, seorang guru mengatakan, “Pepeng, kamu harus duduk dan
menyelesaikan tugas mengarang sebelum kamu boleh bergabung dengan murid lain
untuk membuat poster”.
Menggunakan
prompt dan shaping
Dua
strategi penguatan diferensial yang tersedia bagi guru adalah prompt dan
shaping.
-Sebuah
prompt (dorongan) adalah stimulus tambahan atau isyarat tambahan yang diberikan
sebelum respons dan meningkatkan kemungkinan respons itu akan tercapai.
-Shaping
(pembentukan) adalah mengajari perilaku baru dengan memperkuat perilaku yang
mirip dengan perilaku sasaran.
B. Pendekatan
Pemrosesan Informasi
1.Informasi
Sifat
pendekatan pemrosesan informasi adalah pendekatan kognitif dimana anak mengolah
informasi,memonitornya dan menyusun strategi berkenaan dengan informasi. Inti
dari pendekatan ini adalah proses memori dan cara berfikir. Menurut pendekatan
pemrosesan informasi, anak secara bertahap mengembangkan kapasitas untuk
memproses informasi, dan karnanya secara bertahap pula mereka bisa mendapatkan
pengetahuan dan keahlian yang kompleks.
2.Memori
Memori
atau ingatan adalah retensi informasi. Memori membuat diri kita terasa
berkesinambungan. Tanpa memori, anda tidak mampu menghubungkan apa yang terjadi
kemarin dengan apa yang anda alami sekarang.
3.Pemikiran
Menurut
pendapat Siegler(2002), berfikir adalah pemrosesan informasi.dia mengatakan
bahwa ketika anak merasakan ,melakukan penyandian,merepresentasikan,dan
menyimpan informasi dari dunia sekelilingnya,mereka sedang melakukan proses
berfikir.
Keahlian
adalah kemampuan kita untuk mengingat informasi baru tentang suatu objek akan
tergantung kepada apa yang telah kita ketahui . misalnya,kemampuan murid untuk
menerangkan kembali apa yang telah dilihatnya saat dia diperpustakaan sebagian
besar dipengaruhi oleh apa yang kita ketahui sebelumnya tentang perpustakaan
itu, seperti dimana buku dengan topik tertentu, bagaimana cara mengecek buku,
dan sebagainya. Cara memperoleh keahlian dengan cara latihan dan motifasi dan
bakat. Keahlian dan pengajaran adalah beberapa pendidik membedakan antara
pengetahuan isi yang dibutuhkan untuk kepakaran dan pengetahuan yang dibutuhkan
untuk mengajarkannya secara efektif. Beberapa psikolog pendidikan mengatakan
bahwa jika tidak punya kesadaran pedagogis terhadap murid mereka, guru yang
tidak ahli hanya akan mengandalkan materi dari buku, yang tentu saja tidak
memuat informasi tentang kebtuhan pedagogis murid dikelas.
Metakognisi
adalah kognisi tentang kognisi atau mengetahui tentang mengetahui. Ada
perbedaan antara pengetahuan metakognitif dengan aktifitas metakognitif .
pengetahuan metakognitif yaitu melibatkan usaha monitorin dan refleksi pada
fikiran seseorang pada saat sekarang. Ini termasuk pengetahuan faktual, seperti
pengetahuan tentang tugas,tujuan atau diri sendiri,dan pengetahuan strategis.
Sedangkan aktivitas metakognitif yaitu terjadi pada saat murid secara sadar
menyesuaikan dan mengelola strategi pemikiran mereka pada saat memecahkan
masalah dan memikirkan sesuatu tujuan.
BAB III
KESIMPULAN
Dari
uraian diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu:
1.
Pendekatan
pemrosesan informasi memekankan bahwa anak memanipulasi
informasi,memonitrnya,dan menyusun strategi untuk informasi. Inti dari
pendekatan ini adalah proses memori dan berfikir .
2.
Memori
adalah retensi informasi sepanjang waktu dan melibatkan penyendian,penyimpannan
dan pengambilan.
3.
Menjadi
pakar keahlian biasanya membutuhkan latihan,motivasi, dan bakat.
4.
Metakognisi
melibatkan pengetahuan metakognitif dan aktivitas metakognitif.
5.
Pembelajaran adalah perubahan permanen dalam
prilaku,pengetahuan,dan keterampilan kognitif yang terjadi melalui pengalaman .
pengalaman adala guru utama.
6.
Strategi
untuk mengurangi prilaku yang tidak diinginkan antara lain :menggunakan
penguatan diferensial,menghentikan penguatan,menjauhi stimuli yang diharapkan,
dan menyajikan stimuli yang tidak diharapkan.

Komentar
Posting Komentar